大好きなみんなへ^^ - ~ハジュロの館へようこそ^^~
Tampilkan postingan dengan label filosofi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label filosofi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 November 2011

teori versus nalar?

dari mana manusia berasal?


fenomena ini memang menjadi suatu peristiwa yang belum bisa terjawab sampai sekarang. banyak pendapat dan banyak pakar atau ilmuan yang membahas dan meneliti dari mana kita berasal. tapi dari pendapat mereka semua setelah saya resapi dan saya teliti tidak ada satupun para peneliti yang sanggup memecahkan misteri ini. dan saya rasa sampai kapanpun tidak ada orang yang sanggup memecahkan masalah ini. hanya sebuah keyakinan kita kepada sang penciptalah yang mampu menjawab pertanyaan itu.


mari kita kaji dan kita teliti dari teori – teori para ahli terdahulu. ada banyak ahli yang mengemukakan dan menjelaskan mengenai hal itu. saya menilai memang pendapat mereka berarti dan dengan menyertakan bukti fisik yang nyata dan saya sangat menghargai pendapat mereka meskipun ujung – ujungnya mereka tetap belum sanggup benar-benar menjawab pertanyaan tersebut. oh iya..mengenai para ahli tersebut bisa anda cari bigrafi mereka di internet. para ahli yang berpendapat mengenai darimana kita berasal. seperti darwin, lanmark, aristoteles dll. anda bisa mencari biografi mereka dari situs manapun. selain browsing dari internet anda juga bisa mencari biograf mereka dari buku bacaan yang ada di perpustakaan atau dimanapun tempatnya..tentunya itu jika anda berminat dan tertarik untuk menyelami pikiran-pikiran cerdas meraka^^


banyak ahli yang mengemukakan dan berpendapat kalau kita berasal dari hewan, tanah liat dan lain sebagainya. walaupun memang ada bukti fisik dan nyata yang menyertai pendapat itu. tapi saya merasa pendapat itu hanya berputar-putar saja. tidak ada yang mengarah pada jawaban mengenai pertanyaan dari mana kita berasal. pendapat tersebut hanya berhenti pada suatu obyek yang mana obyek tersebut sebenarnya pun pasti ada asalnya,bukan? pemikiran mereka hanya berhenti sampai disitu dan tidak ada jawaban lagi dari mana obyek itu berasal. seperti contoh ada ilmu yang berpendapat kalau kita berasal dari makhluk hidup lain, atau berasal dari hewan. tetapi setelah kita bertanya lagi, darimana makhluk hidup itu berasal dan bagaimana proses dari makhluk hidup itu terbentuk? Tetap! jawabanya hanya berputar-putar dan intinya tetap mengarah pada makhkluk hidup lainnya tanpa bisa menjelaskan bagaimana proses makhluk hidup itu berasal dan darimana awal terbentuknya makhluk hidup.


mungkin kalian adalah para pencari ilmu pengetahuan dan ingin mengetahui tentang ilmu pengetahuan. apakah ada yang tau darimana kita berasal? siapakah nenek moyang kita? sampai saat ini belum ada yang sanggup menjelaskan dengan tepat bagaimana kita bisa terbentuk. jika ada ilmuan yang menyatakan kalau nenek moyang kita adalah kera, dan ada bukti fisik mengenai hal itu, baiklah saya hargai dan mengagumi teori tersebut. karena tanpa teori mereka mungkin tidak akan lahir teori-teori baru yang berusaha mengungkap dari mana sebenarnya kita berasal. kalau memang benar nenek moyang kita adalah kera, lantas darimana kera itu berasal? Kalau kita berasal dari makhluk hidup lain, pendapat ini juga menarik tetapi sebenarnya pendapat ini tidak menunjukkan jawaban kepada kita. tetapi hanya memberi tau kalau kita berasal dari makhluk hidup sebelumnya. dan lagi-lagi pendapat itu tidak menjelaskan bagaimana proses terbentuknya. memang semua itu menjadi misteri sampai saat ini. 


sebenarnya jawaban dari semua pertanyaan tersebut kembali pada diri kita sendiri dan keyakinan kita masing-masing. setiap orang mempunyai keyakinannya masing-masing. saya sendiri pun masih belum bisa menjelaskan secara logis atau nyata mengenai pendapat tentang darimana dan bagaimana prosesnya kenapa makhluk bisa terbentuk. tapi saya percaya bahwa tuhanlah yang menciptakan segalanya, dia tidak menciptakan dirinya sendiri karena dia telah tercipta(baca:ada) sebelum "penciptaan" itu diciptakan olehnya.. hmm bingung yah? intinya seperti ini.. segala sesuatu yang tuhan ciptakan pastilah memiliki awal dan akhir.. seperti awal ketika manusia diciptakan dan akhir ketika manusia kembali padaNYA. namun itu tidak berlaku pada tuhan karena IALAH YANG MENCIPTAKAN AWAL DAN AKHIR. tuhan telah ada sebelum awal dan akhir diciptakan!.

filosofi hati

seorang guru sufi menyuruh muridnya mengambil segelas air dan membubuhi segenggam garam; kemudian menyuruh si murid meminum air dari gelas itu. "bagaimana rasanya?"

"asin sangat, guru...."
lalu, sang guru mengajak si murid ke pinggir danau, kembali menyuruh si murid melakukan hal yang sama; menaburkan segenggam garam, menceduk air danau dengan telapak tangan dan meminumnya. "bagaimana rasanya?"

"segar, guru...."

"begitulah hatimu, nak! jika ruang hatimu sempit menerima realita miris kehidupan, kau akan tersiksa. sebaliknya, jika engkau melapangkan hatimu, niscaya takkan ada persoalan yang terlalu berat untuk diatasi."

jika engkau memandang kehidupan ini dengan persepsi negatif, hal apa pun akan membuatmu susah;

jika engkau menerima realita apa pun dalam hidupmu dengan persepsi positif, bahkan penderitaan pun akan kau rasa indah

terkadang kita teramat kesal menghadapi sifat egois seseorang ...

pernahkah engkau memancing ikan di sungai atau di laut?
ketika umpan pada mata kailmu ditelan ikan besar, jangan buru-buru engkau tarik jika tali pancingmu halus; bisa-bisa putus, ikan tak jadi kau dapat

tetapi, longgarkan dulu tali pancingmu dan biarkan si ikan kelelahan sendiri; pada saatnya engkau bisa menarik ikan pancinganmu dengan mudah.

artinya...
dalam menghadapi orang yang egois, entah itu kekasih, suami, isteri, anak-anak, kerabat atau sejawat bahkan orangtua kita; bersabarlah, ikuti apa maunya dalam batas yang wajar... pada saatnya engkau akan bisa melunakkan sifat egois orang itu

atau, pernahkah engkau bermain layang-layang?
manakala angin di angkasa bertiup kencang, lepaslah layang-layangmu dengan melonggarkan benang; jika habis sepuntaran, tambah dan sambung dengan puntaran berikutnya, tambah lagi dan lagi ....

pada saatnya angin berhembus stabil, kau pun dapat mengendalikan layang-layang itu sesuai keinginanmu

begitulah; jika banyak orang berkata kesabaran ada batasnya. maka saya akan menjawab kesabaran tak boleh ada batasnya,dalam hidup ini... karena tanpa kesabaran kita tak akan hidup tenang

terkadang
kita membenci kehadiran orang-orang yang menyusahkan kita;

terkadang
kita risau pada kondisi yang tidak menyenangkan atau kendala yang menghadang;

namun, ketahuilah, semua itu hanyalah soal-soal ujian yang diberikan tuhan; jika kita mampu menjawab dan mengatasinya dengan baik dan benar, niscaya kita akan lulus dengan prediket memuaskan

==========

maka...

= tersenyumlah! =

meski dunia mengacuhkanmu;

meski duka mendekapmu;


meski amarah memenuhi dadamu;


meski tak semua tau deritamu;


maka, niscaya semua akan terasa indah
========

sebab...

= hidup adalah belajar =

belajar bersyukur meski tak cukup;

belajar ikhlas meski tak rela;

belajar berbagi meski membutuhkan;

belajar taat meski berat;

belajar memahami meski tak sehati;

belajar bersabar meski terbebani;

belajar setia meski tergoda ...;

belajar mencintai meski tak suka;

belajar & teruslah belajar dengan keyakinan setegar batu karang, tak goyah walau dihempas gelombang realita kehidupan.

Senin, 21 November 2011

filosofi cinta

satu hari, plato bertanya pada gurunya, “apa itu cinta guru? bagaimana saya bisa menemukannya?”

gurunya menjawab, “ada ladang gandum yang luas didepan sana. berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting. jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta”


plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun.

gurunya bertanya, “mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?”

plato menjawab, “aku hanya boleh membawa satu saja, dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik). sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut.
saat kumelanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru ku sadari bahwasanya ranting - ranting yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi, jadi tak kuambil sebatangpun pada akhirnya“

gurunya kemudian menjawab, ” jadi itulah cinta”



di hari yang lain, plato bertanya lagi pada gurunya, “apa itu perkawinan? bagaimana saya bisa menemukannya?”

gurunya menjawab, “ada hutan yang subur didepan sana. berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja. dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan”

plato pun menjawab, “sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong. jadi di kesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk-buruk amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini. aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya“

gurunyapun kemudian menjawab, “dan ya itulah perkawinan”



cinta itu semakin dicari, maka semakin tidak ditemukan. cinta adanya di dalam lubuk hati, ketika dapat menahan keinginan dan harapan yang lebih. ketika pengharapan dan keinginan yang berlebih akan cinta, maka yang didapat adalah kehampaan…
tiada sesuatupun yang didapat, dan tidak dapat dimundurkan kembali. waktu dan masa tidak dapat diputar mundur. maka terimalah cinta apa adanya.



perkawinan adalah kelanjutan dari cinta. adalah proses mendapatkan kesempatan. ketika kamu mencari yang terbaik diantara pilihan yang ada, maka akan mengurangi kesempatan untuk mendapatkannya. ketika kesempurnaan ingin kau dapatkan, maka sia-sia lah waktumu dalam mendapatkan perkawinan itu.

karena sebenarnya kesempurnaan itu hampa adanya.

Label

filosofi (3) fotografi (1) internet (1) jepang (4) l'amor (1) parijs van java (1) sain (1)